Senin, 25 Juni 2012

CARA MENANAM SAHAM


CARA MENANAM SAHAM
Saham adalah surat berharga yang paling popular diantara surat berharga yang ada di pasar modal. Kenapa? Karena bila dibandingkan investasi lainnya, saham memungkinkan pemodal untuk mendapatkan re-turn atau keuntungan yang lebih besar dalam waktu relatif singkat (high return).

Selain high return, saham juga memiliki sifat high risk yaitu suatu ketika harga saham dapat merosot secara cepat, atau sahamnya di delist (dihapuskan pencatatnya) dari Bursa sehingga untuk jual-beli harus mencari pembeli/penjual sendiri dan saham tidak memiliki harga patokan pasar. Dengan karakteristik high risk high return ini maka pemodal perlu terus memantau pergarakan saham yang dipegangnya, agar keputusan yang tepat dapat dihailkan dalam waktu yang tepat pula.
Dengan Anda bermain saham berarti Anda sudah melakukan investasi, dimana tujuannya dengan kita berinvestasi untuk mendapatkan suatu keuntungan.
Namun untuk setiap investasi tidak semuanya akan mendapatkan keuntungan. Untuk itu sebelum Anda melakukan yang namanya investasi Anda perlu satu yang namanya pemahaman tentang cara bermain saham yang aman agar Anda bisa mencegah yang namanya kerugian.
Hal dasar paling-paling dasar yang harus Anda pahami dalam bermian saham ada 2 hal yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. 2 Hal inilah yang perlu Anda kuasai jika Anda ingin berhasil dalam investasi saham.
Itulah penjelasan dasar yang harus Anda mengerti dalam bermain saham, Nah kini juga saya akan menjelaskan cara bermain saham bagi pemula, agar permainan saham Anda dapat terorganisir dengan baik, adalah sebagai berikut :
  1. Melihat dengan cermat latar belakang, karakteristik, serta nilai-nilai perusahaan itu sendiri yang dikenal sebagai analisa fundamental. Dalam analisi fundamental, yang dijadikan dasar perkiraan harga sebuah saham adalah faktor-faktor fundamenal seperti laporan keuangan dan infromasi penting lainnya yang sewaktu-waktu diumumkan perusahaan publik dan perkembangan ekonomi makro. Jal hal ini sangat penting untuk menganalisa perusahaan lainnya sebelum Anda mulai ke tahap selanjutnya.
  2. Jangan mudah percaya pada data-data keuangan yang belum diaudit atau belum disahkan oleh Bapepam. Indonesia adalah salah satu emerging market dan karakteristik utama dari pasar seperti ini adalah beredarnya data yang unreliable. Hati-hati dan tetap konservatif.
  3. Lakukan analisa teknikal. Semua analis saham profesional menggunakan konsep analisa teknikal untuk mengetahui pola pergerakan harga saham di pasar dari formasi grafik yang terbentuk oleh pergerakan harga yang terjadi. Anda perlu tahu bahwa analisa teknikal sendiri terbagi menjadi dua bagian besar, yakni analisa teknikal klasik dan analisa teknikal modern
  4. Disiplin. Tetapkan batas atas dan batas bawah. Misalnya, 33% di atas dan 5% di bawah. Taati aturan itu dan jangan sekali-kali mengikuti nafsu dan emosi Anda. Kalau Anda berani mengambil resiko, tidak apa-apa tanpa cut loss, kecuali 1) Anda pakai margin, 2) harga saham sudah tergolong tinggi, dan 3) ketika Anda masuk, harga atau tren berbalik arah.
  5. Belajar fundamental ekonomi global dan emiten tertentu adalah suatu keharusan.
  6. Jangan lupa berdoa minta bimbingan dari atas.

Keuntungan


1.   Capital Gain
Yaitu keuntungan dari hasil jual beli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai saham. Misalnya sewaktu membeli nilainya Rp 2.000 per saham dan kemudian dijual dengan harga Rp 2.500. jadi selisih yang sebesar Rp 500 ini disebut Capital Gain.
2.   Deviden
Merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagikan kepada pemegang saham, tetapi ada bagian yang ditanam kembali. Besarnya deviden yang anda terima ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut. Namun yang perlu dicatat adalah bahwa perusahaan tidak selalu membagikan deviden kepada para pemegang saham etapi tergantung kepada kondisi perusahaan itu sendiri (khususnya berkaitan dengan keuntungan yang diraih). Artinya jika perusahaan mengalami kerugian tentusaja deviden tidak akan dibagikan pada tahun berjalan tersebut.

Resiko / Kerugian


1.    Capital Loss
Merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu suatu kondisi dimana Anda menjual saham yang Anda miliki dibawah harga belinya. Misalnya saham PT. ABC Anda beli dengan harga Rp 2.000 per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400 per saham.
Karena takut harga saham tersebut akan turun, maka Anda kemudian menjual pada harga tersebut sehingga Anda mengalami kerugian sebesar Rp 600 per saham. Itulah capital loss yang menimpa Anda.
2.    Resiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat melunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.
Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa. Ini merupakan resiko yang terberat dari seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan dari perusahaan yang sahamnya dimiliki.

TIPS SUKSES BERMAIN SAHAM
1.    Membuka Rekening di Perusahaan Efek. Awali dengan memiliki rekening di perusahaan efek. Mereka nantinya akan menjadi pialang saham yang berperan sebagai perantara perdagangan antara Anda dengan perusahaan yang Anda tanam. Proses ini semudah membuka rekening tabungan di Bank.
2.     Memilih Pialang Saham secara Efektif. Sebelum memutuskan Perusahaan Efek mana yang akan dipilih, sebaiknya Anda terlebih dahulu menghubungi beberapa dari mereka dan bendingkan pelayanan serta biaya yang ditawarkan. Pertimbangkan pula jenis kebutuhan, apakah Anda sekedar ingin memanfaatkan jasa pialang mereka saja atau disertai layanan tambahan seperti konsultasi investasi.
3.    Masukkan Saldo. Selanjutnya, Anda harus memasukkan uang sebagai saldo yang akan digunakan oleh para pialang dalam bertransaksi saham di lantai bursa. Sekedar informasi, sepuluh juta rupiah sudah dapat Anda jadikan modal untuk turun ke lantai bursa. Cukup murah bukan?
Bagaimana Anda mengontrol uang Anda yang dipergunakan oleh para pialang di lantai bursa? Untuk membaca tren saham, Anda harus memahami trik-trik di lantai bursa. Berikut ini tipsnya:
1.    Pertama. Jauhi risiko tertipu. Jangan membeli produk investasi yang tidak begitu dimengerti. Pelajari berbegai sumber informasi, seperti buku, referensi serta majaah bisnis dan keuangan, untuk membuka wawasan Anda terhadap perkembangan global.
2.    Kedua. Siasati dampak krisis, ikuti pemberitaan untuk mengetahui bisnis mana yang menjanjikan di saat sulit.
3.    Ketiga. Hindari kerugian besar. Kontrol perkembangan harga saham yang kini dapat dilakukan secara online melalui indoexchange, 12 investor dan Yahoo Finance.

Sumber :


0 komentar:

Posting Komentar